Aku tak pernah tau kapan ini bermula
Dan aku pun tak pernah tau kapan ini akan berakhir
Akupun tak tau harus berkata apa
Ya, serpihan hitam itu berada diantara lautan putih
mungkinkah ternoda?
Serpihan itu begitu tajam
Menusuk guliran kehidupan namun tidaklah menyedihkan
Meninggalkan jejak ambigu yang tak pernah di mengerti
Seperti itukah sejatinya?
Tak terlihat namun bisa kulihat
Tak kuingat namun sulit untuk kulupakan
Bila benar noda, dengan apa aku harus melenyapkan semua itu?
Bila bukan, sebenarnya apakah itu semua?
Kau puisi..
Kaulah saksi bisu yang bisa merasakan apa yg aku pikirkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar