Matematika yunani dikembangkan
sejak abad ke 6 SM sampai abad ke 5 SM disekitar pesisir timur laut tengah.
Matematikawan Yunani tinggal di kota – kota yang tersebar disekitar laut tengah
bagian timur, mulai dari italia hingga ke afrika utara, namun dibersatukan oleh
budaya dan bahasa Yunani. Kata matematika sendiri di peroleh dari kata yunani
kuno yaitu “mathema” yang artinya pelajaran tentang instruksi. Matematika
yunani juga dipengaruhi oleh matematika mesir dan babilonia.
Karakteristik pada matematika
yunani sendiri bersifat geometri dan mengungkap ide untuk pembuktian secara
formal. Matematika yunani juga memberikan kontribusi penting terhadap ide – ide
pada teori bilangan, matematika analisis, matematika terapan dan pendekatan
kalkulus integral. Matematika Yunani lebih berbobot daripada matematika yang
dikembangkan oleh kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Semua naskah matematika
pra-Yunani yang masih terpelihara menunjukkan penggunaan penalaran induktif,
yakni pengamatan yang berulang-ulang yang digunakan untuk mendirikan aturan
praktis. Sebaliknya, matematikawan Yunani menggunakan penalaran deduktif.
Bangsa Yunani menggunakan logika untuk menurunkan simpulan dari definisi dan
aksioma, dan menggunakan kekakuan matematika
untuk membuktikannya.
Timeline
sejarah matematika yunani kuno dapat dibagi menjadi 2 periode yaitu periode klasik
dan helenistik. Pada periode klasik biasanya menempatkan permulaan pada Thales
dari miletus beserta teoremanya yang terkenal. Selanjutnya adalah phytagoras
dari samos yang terkenal dengan dalil phytagorasnya. Sedangkan pada periode
helenistik yang bermula pada abad 5 SM, matematika yunani melebur dengan
matematika mesir dan babilonia untuk membangkitkan matematika helenistik.
Sebagian besar naskah matematika ditulis dalam bahasa yunani. Yang menonjol
dari peradaban ini adalah metode kelelahan dari archimedes dalam menemukan
pendekatan phi. Matematika dan astronomi mencapai tahapan lanjut pada peradaban
helenistik dengan diciptakannya komputer analog sederhana.
Matematikawan pada zaman yunani
kuno yaitu :
·
Thales
Thales
dari Miletus hidup dari 634 SM sampai 548 SM adalah seorang filsuf pertama yang
memikirkan asal mulanya alam semesta. Thales menganggap air adalah prinsip dari
segala sesuatu. Pada masa mudanya, ia melakukan perjalanan secara ekstensif.
Dia mungkin mengunjungi Mesir dan Babel, dua peradaban kuno yang masih ada.
Kemudian, ia mendirikan Sekolah Ionia, yang pertama di Yunani.
Teorema
thales mengenai geometri adalah sebagai berikut :
1.
Sebuah
lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
2.
Sudut
bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
3.
Jika
ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan
akan sama.
4.
Sudut
yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
5.
Sebuah
segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan
dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.
·
Phytagoras (540 SM)
Phytagoras
lahir di Samos,Yunani sekitar tahun 580 SM. Phytagoras merupakan seorang
matematikawan dan filsuf yunani yang terkenal dengan sebutan “bapak bilangan”. Ia menganggap bahwa angka adalah dewa. Seperti
thales, ia juga melakukan perjalanan ke babilonia, mesir dan mengenal para ahli
matematika. Phytagoras juga mendirikan sekolah sendiri di Magna Graecia
(Italia) yang memilki sekitar 300 anggota.
Penemuan
– penemuan phytagoras adalah sebagai berikut :
1.
Kuadrat
hipotenusa suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat kaki –
kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).
2.
Orang
pertama yang melakukan pembuktian secara matematis/formal.
·
Democritus(460 SM)
Democritus
(460 SM – 370 SM) adalah seorang filsuf yunani kuno yang lahir di Abdera,
Thrace, Yunani. Dia adalah seorang filsuf pra-sokrates dan merupakan murid dari
Leucippus. Democritus juga seorang pelopor matematika, geometri pada khususnya.
Karya – karya tulisnya yaitu on numbers, on geometrics, on tangencies, on
mapping, dan on irrational. Kondisi tubuh democritus tidak dapat bertahan pada
pertengahan usianya. Democritus adalah orang yang pertama mengamati sebuah
kerucut atau piramida memiliki sepertiga jumlah dari silinder atau prisma yang
masing – masing dengan dasar dan tinggi yang sama.
·
Zeno (450 SM)
Zeno
dikenal karena namanya tercantum pada halaman pertama buku parmenides karangan
plato. Seno diperjirakan lahir pada tahun 490 SM di elea, Yunani. Berikut
paradoks zeno :
1.
Dikhotomi
Paradoks
ini dikenal sebagai “dikhotomi” karena selalu terjadi pengulangan pembagian
menjadi dua. Gerak adalah tidak dimungkinkan, sebab apapun yang terjadi gerak
harus mencapai (titik) tengah terlebih dahulu sebelum mencapai (titik) akhir;
tapi sebelum mencapai titik tengah terlebih dahulu mencapai seperempat dan
seterusnya, suatu ketakterhinggaan. Jadi, gerak tidak akan pernah ada bahkan
pada saat untuk memulainya.
2.
Perlombaan lari Achilles dan kura-kura
Achilles
- kesatria pada perang Troya, mitologi Yunani, berlomba lari dengan kura-kura,
tetapi Achilles tidak dapat mengalahkan kura-kura yang berjalan lebih dahulu.
3.
Anak
panah
Anak
panah bergerak (karena dilepaskan dari busur) pada waktu tertentu, diam maupun
tidak diam. Apabila waktu tidak dapat dibagi, panah tidak akan bergerak.
Apabila waktu kemudian dibagi. Tetapi waktu juga tersusun dari setiap (satuan)
saat. Jadi panah tidak dapat bergerak pada suatu saat tertentu, tidak dapat
bergerak pula pada waktu. Oleh karena itu anak panah selalu diam.
4.
Stadion
Paradoks
tentang gerakan urutan orang duduk di dalam stadion.
5.
Paradoks
tentang tempat
keberadaan
segala sesuatu benda (misal: batu) adalah suatu tempat tertentu (misal: meja),
sedangkan tempat tertentu itupun (meja) memerlukan suatu tempat (misal: rumah)
dan seterusnya sampai ketakterhinggaan.
6.
Bulir
gandum
Apabila
anda menjatuhkan sebuah karung berisi gandum yang belum dikupas kulitnya akan
terdengar suara keras; tetapi suara itu adalah akibat gesekan bulir-bulir
gandum dalam karung; akibatnya setiap bagian dari bulir-bulir gandum
menimbulkan suara saat jatuh ke tanah. Kemudian pertimbangkanlah menjatuhkan
setiap bagian dari bulir gandum itu; kita semua tahu bahwa tidak ada suara yang
terdengar.
·
Eudoxus (408 SM)
Eudoxus
lahir di Cnidus sekitar tahun 408 SM. Ia menjelajah ke beberapa tempat seperti
itali, sisilia, mesir untuk mencari pengalaman yang lebih banyak mengenai
matematika. Eudoxus adalah teman sekaligus murid plato.
Sumbangsih
Eudoxus mengembangkan teori proporsi. Kelak, teori proporsi dari Eudoxus masuk
pada bab V, buku Elements dari Euclid. Pada masa ini Eudoxus sudah membuat
difinisi tentang prakiraan panjang suatu bilangan irrasional dengan methode
perkalian silang (cross multiplying), dimana cara ini masih dipakai sampai
sekarang.
·
Aristoteles(340 SM)
Aristoteles
lahir di stagira, kota di wilayah chalcidie, thracia, yunani pada tahun 384 SM.
Aristiteles merupakan murid dari plato pada usia 17 tahun. Bahkan kemudian ia
menjadi guru di academy of plato selama 20 tahun. Filsafat Aristoteles
berkembang dalam tiga tahapan yang pertama ketika dia masih belajar di Akademi
Plato ketika gagasannya masih dekat dengan gurunya tersebut, kemudian ketika
dia mengungsi, dan terakhir pada waktu ia memimpin Lyceum mencakup enam karya
tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai
karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di bidang Metafisika,
Fisika, Etika, Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam dan karya seni.
Beberapa
penemuan aristoteles adalah pada bidang
logika khususnya. Aristoteles adalah orang pertama yang mengobservasi, meneliti
dan mencatat hukum-hukum dari logika formal, khususnya bentuk penalaran yang
disebut silogisme yang terdiri dari beberapa premis dan satu konklusi. Logika
yang dikembangkan oleh aristoteles disebut juga logika klasik atau logika
aristoteles.
Julukan
julukan yang diberikan pada aristoteles antara lain :
1.
Ahli
filsafat terbesar di dunia sepanjang masa
2.
Bapak
peradaban barat
3.
Bapak
ilmu pengetahuan atau gurunya para ilmuwan.
·
Euclid(300 SM)
Euclid
dari alexandria adalah seorang ahli matematika yunani yang sering disebut
sebagai “bapak geometri”. Ia terkenal karena elements, yaitu buku yang terdiri
dari 13 buku yang mencakup tentang geometri dasar. Euclid belajar pada academy
of Plato dan kemudian menjadi pengajar matematika disana. Selanjutnya ia
mengajar matematika di university of ptolemy dan tinggal disana sampai akhir
hayatnya. Dia juga merupakan salah satu mentor archimedes.
Karya
besar euclid yaitu “the Elements” yang terdiri dari 13 buku. Garis besar isi
masing-masing buku adalah :
Buku I : Dasar-dasar
geometri: teori segitiga, sejajar dan luas
Buku II : Aljabar geometri
Buku III : Teori-teori tentang lingkaran
Buku IV : Cara membuat garis dan gambar melengkung
Buku V : Teori tentang proporsi-proporsi abstrak
Buku VI : Bentuk yang sama dan proporsi-proporsi dalam geometri
Buku VII : Dasar-dasar teori angka
Buku VIII : Proporsi-proporsi lanjutan dalam teori angka
Buku IX : Teori angka
Buku X : Klasifikasi
Buku XI : Geometri tiga dimensi
Buku XII : Mengukur bentuk-bentuk
Buku XIII : Bentuk-bentuk tri-matra (tiga dimensi)
Euclid
membuat pernyataan: jika bilangan prima terbesar adalah n, maka pasti ada
bilangan > n, di mana dapat dicari dengan menggunakan 1 x 2 x 3 dan
seterusnya sampai n, kemudian ditambah 1 untuk mendapatkan hasilnya. Simbol
matematika untuk mengekspresikan adalah n! + 1 (n faktorial ditambah 1).
·
Archimedes(287 SM)
Archimedes
lahir di kota pelabuhan syracus, sisilia. Archimedes hidup selama 75 tahun.
Selain pada bidang fisika, archimedes juga memberikan kontribusi untuk bidang
matematika. Archimedes menggunakan infinitesimals, cara yang mirip dengan
kalkulus integral modern. Ia membuktikan dengan cara kontradiksi ( reductio ad
absurdum). Tehnik yang digunakan yaitu metode kelelahan untuk mencari
pendekatan nilai phi. Perhitungan phi archimedes terletak antara 3,1429 dan
3,1409. Dia juga membuktikan bahwa daerah lingkaran adalah sama dengan phi
dikalikan dengan kuadrat dan jari-jari lingkaran.
·
Eratosthenes(276 SM)
Erastothenes
dilahirkan di Cyrene (Libya). Erastothenes belajar di Alexandria dan juga telah
belajar beberapa tahun di Athena. Dia merupakan teman baik dari archimedes. Erastothenes
mengusulkan algoritma sederhana untuk mencari bilangan prima yang dikenal
sebagai saringan erastothenes. Dalam matematika saringan erastothenes adalah
algoritma kuno sederhana untuk menemukan semua bilangan prima hingga batas
tertentu.
·
Appolonius(262 SM)
Apollonius
yang menjadi matematikawan lahir di Perga, Pamphylia yang sekarang dikenal
dengan sebutan Murtina atau Murtana, terletak di Antalya, Turki. Pada saat muda
appolonius pergi ke Alexandria dan ia belajar dibawah bimbingan para pengikut euclid.
Setelah itu ia pergi ke pergamun. Di Pergemum, Apollonius bertemu dengan
Eudemus yang menulis buku Sejarah Geometri (Hystory of Geometry) dan Attalus,
yang diperkirakan adalah Raja Attalus I dari Pergamum.
Karya
besar appolonius yaitu conics, buku yang membahas segala sesuatu tentang hal
mendasar tentang kurva –kurva seperti hiperbola dengan asimptut sebagai
absisinya. Buku kedua memuat bahasan tentang tangen dan diameter. Buku ketiga
berisi teorema untuk menentukan operasi dalam penentuan limit. Buku keempat
berisi tentang “berapa banyak cara bagian kerucut dapat saling berpotongan”.
Buku kelima berisi maksimum dan minimum garis lurus yang bersinggungan dengan
kerucut. Buku keenam berisi proposisi-proposisi tentang bagian dari kerucut
apakah sama atau beda, mirip atau berlainan. Buku ketujuh berisi proposisi baru
tentang diameter dari bagian kerucut. Sumbangsih yang diberikan yaitu konsep
parabola, hiperbola, ellips yang banyak memberikan sumbangan bagi astronomi
modern.
·
Diophantus (200 M)
Diphantus
atau disebut sebagai “bapak aljabar” tinggal di alexandria, mesir. Diophanus
menulis Arithmetica, yang mana isinya merupakan pengembangan aljabar yang
dilakukan dengan membuat beberapa persamaan. Persamaan-persamaan tersebut
disebut persamaan Diophantin, digunakan pada matematika sampai sekarang.
Susunan dalam Arithmetica tidak secara sistimatik operasi-operasi aljabar,
fungsi-fungsi aljabar atau solusi terhadap persamaan-persamaan aljabar. Di
dalamnya terdapat 150 problem, semua diberikan lewat contoh-contoh numerik yang
spesifik, meskipun barangkali metode secara umum juga diberikan.
sumber : wikipedia, mate-mati-kaku.com