Nama : Janitri Murjiyanti
NIM : 10305144025
Karakteristik Matematika pada Sekolah Dasar
Yang kita ketahui tingkat berpikir siswa sekolah dasar dengan sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas tentu saja berbeda. Karakteristik tingkat berpikir siswa sekolah dasar lebih kepada konkret/nyata. Matematika yang diberikan cenderung ke matematika yang sederhana. Sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika yaitu menjadikan siswa berfikir kritis dan kreatif, Ebbut dan Straker (Marsigit, 2007: 5-6) mengemukakan hakikat matematika sekolah matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan; kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan; kegiatan problem solving; alat komunikasi.
Pandangan bahwa matematika merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan adalah membantu siswa untuk memahami pengertian satu dengan pengertian yang lainnya. Penelusuran pola dan hubungan juga dapat mendorong siswa untuk mengetahui adanya perbedaan, perbandingan dan urutan. Dari kegiatan penelusuran pola dan hubungan, pola berpikir siswa mulai terbangun. Selain itu kegiatan ini dapat membantu siswa untuk menyelidiki hubungan yang ada pada matematika. Dalam proses pembelajaran matematika tentu saja diperlukan kreativitas. Kreativitas menurut saya adalah potensi yang dimiliki seseorang melalui imajinasinya untuk menciptakan sesuatu. Kreativitas ini dapat berupa inisiatif, rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Rasa ingin tahu pada siswa akan mendorong siswa untuk bertanya, menyanggah suatu pernyataan dalam proses pembelajarannya. Sehingga dapat membuat siswa menjadi aktif dalam sekolahnya. Kreatifitas dapat membuka siswa untuk berpikir berbeda, dan bisa mendorong siswa untuk menghargai penemuan siswa yang lainnya. Kreativitas dapat dibangun melalui lingkungan sekitar. Pada implikasinya kreativitas dapat ditingkatkan melalui pendidikan.
Yang ketiga matematika merupakan kegiatan problem solving atau yang kita kenal sebagai pemecahan masalah. Dalam prakteknya para pengajar harus memiliki strategi yang tepat untuk dapat merangsang siswa dalam keahlian untuk pemecahan masalah. Masalah merupakan suatu konflik, hambatan bagi siswa dalam menyelesaikan tugas belajarnya di kelas. Namun masalah harus diselesaikan agar proses berpikir siswa terus berkembang. Semakin banyak siswa dapat menyelesaikan setiap permasalahan matematika maka siswa akan kaya akan variasi dalam menyelesaikan soal soal matematika dalam bentuk apapun. Dalam pemecahan masalah matematika dapat mendorong siswa untuk berpikir logis, konsisten, dan sistematis, dan dapat pula membantu siswa untuk mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan alat peraga dan media matematika seperti kalkulator, penggaris, dan sebagainya.
Dan yang terakhir adalah alat komunikasi. Alat komunikasi dalam pembelajaran matematika dapat berupa bahasa, lisan, maupun tulisan. Dengan adanya komunikasi dapat mendorong siswa membuat contoh dari materi matematika, dapat pula menjelaskan tentang materi matematika menggunakan bahasanya sendiri. Yang terpenting dalam komunikasi matematika adalah proses bagaimana siswa dapat memahami materi matematika yang diberikan. Dalam komunikasi matematika dapat pula mendorong siswa untuk membaca dan menulis tentang matematika. Tentu saja itu dapat melatih ketererampilan menulis dan membaca bahasa matematika .
referensi :