Rabu, 30 November 2011

Teachers’ Simulation on Developing Problem Solving-Based Mathematics Textbook in Vocational Senior High School Mathematics Teaching in Indonesia By Marsigit and R. Rosnawati

concluding remark :
Janitri murjiyanti / 10305144025
http://justcallmynamejenny.blogspot.com/

Penelitian saat ini (Marsigit, 2010) pada pendidikan matematika di Indonesia memiliki indikasi bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan Sains adalah rendah, seperti ditunjukkan oleh hasil Ujian Nasional tahun demi tahun baik di Sekolah Dasar dan Menengah. Matematika di sekolah dasar dan menengah harus mendorong siswa untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan mampu berkolaborasi dengan orang lain. Implementasi kurikulum matematika dasar dan menengah di ruang kelas perlu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang mencakup masalah tertutup dan terbuka. Para guru menyampaikan indikasi terstruktur dari kendala untuk mengembangkan buku pelajaran untuk SMK matematika SMA. Kesulitan yang mereka hadapi dalam mengembangkan buku untuk matematika SMA atau SMK adalah kurangnya keterampilan dan pengetahuan tentang menulis buku teks matematika. Masalah lain yang besar adalah kesulitan dalam mengelola dan mengalokasikan waktu. Mereka menunjukkan kendala lain seperti perlu anggaran, menentukan tema buku, mengumpulkan data pendukung, mengembangkan buku teks ilustrasi yang menarik dan baik, smenggali ide atau konsep buku dan paradigmanya, mengembangkan kurikulum berbasis buku teks, mengembangkan buku teks yang komprehensif, dan, menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif dan standar. Pemecahan masalah berbasis buku teks matematika di Sekolah Menengah Kejuruan Senior dapat dikembangkan berdasarkan kriteria yang digariskan oleh Polya dan Pasmep yaitu (1) percobaan dan kesalahan , (2) Membuat diagram, (3) Mencoba masalah sederhana, (4 ) Membuat Tabel, (5) Mencari pola, (6) Menentukan tujuan, (7) mempertimbangkan kemungkinan, (8) Berpikir logis, (9) Membalikkan perintah , dan (10) mengidentifikasi kemustahilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar