Nama : Janitri Murjiyanti
NIM : 10305144025
Sejak zaman
dahulu, matematika menjadi poros dalam kehidupan manusia. Dalam perjalanan
sejarahnya oleh mesir,mesopotamia, yunani yang menemukan perhitungan jumlah.
Ketika bangsa yunani kemajuan matematika berhenti, di timur akan mencapai
kemajuan yang dinamis. Perkembangan matematika di timur membawa ke arah modern.
Tembok
besar Cina merupakan hasil karya Cina kuno yang di buat selama 2000 tahun.
Untuk membangun tembok besar cina, masyarakat cina kuno harus membuat
perhitungan mengenai jarak, sudut elevasi dan jumlah material. Cina kuno juga
menemukan sistem bilangan sederhana yang dijadikan dasar perhitungan sampai
saat ini. Perhitungan pada zaman cina
kuno menggunakan batang lidi yang disusun 1-9. Mereka menempatkan batang
tersebut pada kolom yang mewakili puluhan, ratusan, ribuan, dan
seterusnya. Mereka melakukan perhitungan
tersebut lebih dari 1000 tahun sebelum di adopsi bangsa barat. Namun menjadi
permasalahan ketika mereka tidak memiliki konsep nol. Lalu mereka menggunakan
ruang kosong sebagai simbol untuk angka nol. Mereka berfikir bahwa tanpa angka
nol, angka bisa ditulis dalam jumlah terbatas. Menurut Legenda kekaisaran Cina
memiliki salah satu dewa yang menciptakan matematika pada 2800BC, dan
mempercayai kekuatan mistik pada angka. Misalnya menghindari jumlah 4, jumlah 8
membawa keberuntungan, dan lainnya.
Tiongkok
kuno merupakan awal pengembangan permainan persegi ajaib yang kita sebut
sebagai sudoku. Legenda mengatakan bahwa ribuan tahun yang lalu kaisar yu di
kunjungi oleh penyu suci yang keluar dari sungai kuning, di punggungnya terdapat angka yang disusun
dalam persegi persegi. Pada saat itu
dianggap memiliki kekuatan agama yang besar karena semua angka dalam setiap
baris vertikal, horizontal maupun diagonal jika dijumlahkan memiliki nilai yang
sama besar. Pada saat ini sudoku menjadi permainan yang menyenangkan. Matematika juga memiliki peranan yang penting
dalam pengadilan kekaisaran Cina. Mereka mengambil keputusan dengan perhitungan
astronomi. Segala sesuatu hidupnya di
tentukan oleh kalender. Pada saat itu
pun di temukan metode deret ukur. Matematika cina kuno berkembang pesat, dari
mulai menghitung perpajakan, sistem standar berat, ukuran dan uang. Kekaisaran membutuhkan pegawai negerinya
yangterampil dalam matematika. Kaisar membekali dengan buku matematika yang
ditulis sekitar 200BC yang terdiri dari 9 bab dan 246 masalah seperti perdagangan, pembayaran upah dan pajak. Timbul
masalah lagi ketika mereka bingung menyelesaikan suatu persamaan dengan jumlah
yang tidak diketahui besarnya. Dari perdagangan yang mereka lakukan orang Cina
pun dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Carl
Friedrich Gauss menemukan kembali metode ini pada tahun 1809 ketika
menganalisis batu yang disebut pallas di sabuk asteroid. Metode tersebut tetap dilanjutkan oleh Cina
hingga lebih rumit dan melibatkan jumlah yang besar. Metode yang dikenal
sebagai teorema sisa cina. Pada abad 6 teorema sisa cina digunakan untuk
menghitung pergerakan planet. Lalu dikenal Qin Jiushao yang kemudian dikenal
karena menggelapkan uang pemerintahan kekaisaran cina. Atau pada saat ini
disebut dengan korupsi. Qin mulai mencoba menyelesaikan permasalahan yang ada
disekitarnya. Qin tertarik dengan persamaan kubik dan ia berusaha untuk
menyelesaikan persamaan kubik. Dengan menggunakan makam ketua Mao sebagai
objeknya dan pengetahuannya mengenai volume dan dimensi. Ketika isaac Newton
menemukan pendekatan metode tersebut. Kelebihan dari tehnik ini dapat digunakan
pada persamaan yang lebih rumit. Namun
Qin tidak bisa menyimpulkan dengan suatu formula atau rumus.
Penemuan
matematika di india adalah dalam dunia angka. Seperti Cina, India memiliki
menemukan manfaat matematika dari sistem tempat dan desimal dan telah
menggunakannya sejak pertengahan abad ke-3. Sistem angka di india digunakan
sampai saat ini. Lalu ditemukannya angka baru yaitu nol yang terukir pada
dinding candi kecil di benteng dari Gwalior di India tengah. Pada abad ke 7
matematikawan india yaitu Brahmagupta menemukan beberapa sifat penting dari
angka nol. Tetapi brahmagupta
mendapatkan masalah ketika ia mencoba membagi suatu bilangan dengan angka nol.
Dan dijawab oleh matematikawan india pada abad ke 12 yaitu bhaskara II, bahwa
hasil dari suatu bilangan yang dibagi dengan nol adalah tak hingga. India pun
menemukan angka negatif yang menyimbolkan hutang dalam perdagangannya. Melalui pemahaman angka negatif brahmagupta
mengemukakan bahwa solusi dari persamaan kuadrat selalu memiliki 2 solusi.
Salah satunya bisa menjadi solusi negatif.
Matematikawan
india bertanggung jawab dalam dasar penemuan teori trigonometri. Trigonometri
menerjemahkan geometri kedalam angka yang lebih akurat. Sebelumnya pertama kali
di temukan oleh yunani kuno, tetapi di india trigonometri lebih berkembang
lagi. Sampai saat ini penerapan trigonometri dapat di lakukan berbagai bidang
seperti arsitektur. Di india penerapan banyak dilakukan dalam bidang astronomi.
Dalam perkembangannya ditemukan salah satu nomor penting dalam matematika yaitu
Pi oleh Madhava. Selama berabad – abad matematikawan mencari nilai yang tepat
untuk Pi. Pada abad 6 aryabhata dari india memberikan perkiraan yang akurat
untuk Pi yaitu 3,1416. Dengan melakukan percobaan pengukuran keliling bumi, dan
yang ia dapatkan nilainya berbeda 70 mil dari ukuran yang sebenarnya. Lalu pada
abad ke 15 madhava kembali melakukan penelitian untuk mendapatkan nilai Pi yang
lebih akurat.
Di
Timur tengah pusat pembelajaran dan perpustakaan didirikan di baghdad. Subjek
yang dipelajari meliputi astronomi, kedokteran, kimia, ilmu hewan, dan matematika.
Para ulama muslim mengumpulkan dan menerjemahkan teks kuno untuk generasi yang
mendatang. Namun mereka tidak puas dan menginginkan untuk membuat penemuan
sendiri. Dalam Al-Quran di tegaskan tentang pentingnya pengetahuan. Para
seniman muslim menemukan perbedaan simetri yang menggambarkan geometri dua
dimensi. Al-Kwarizmi adalah matematikawan persia yang luar biasa dan bertangung
jawab. Al_kwarizmi menciptakan bahasa matematika baru yang disebut Aljabar.
Diberi nama setelah judul bukunya Al-Jabr W’al-Muqabala . al-Kwarizmi
menciptakan terobosan besar ketika menerapkan konsep aljabar pada persamaan
kuadrat. Matematikawan selanjutnya yaitu Holy Grail yang menemukan metode umum
untuk menyelesaikan persamaan kubik. Pada abad ke 11 matematikawan asal persia
bernama Omar Khayyam mengambil masalah mengenai kubik/kuadrat tiga. Khayyam adalah seorang penyair yang hebat.
Puisinya dengan rima yang berstruktur dan berirama, beresonansi kuat untuk
membangun bukti matematika yang logis. Pekerjaan utama khayyam pada matematika
telah dikhususkan untuk menemukan metode umum dalammemecahkan masalah persamaan
kubik. Namun ia tidak bisa memisahkan aljabar dari geometri.
Pada
abad 13 di Italia dikenal matematikawan bernama fibonacci. Sejak kecil ia
berkeliling afrika utara bersama ayahnya dan ia belajar tentang perkembangan
bahasa matematika di arab terutama manfaat angka hidu-arab. Ketika ia pulang ke
Italia,ia menulis buku yang tentang perhitungan yang memperkenalkan sistem
bilangan baru yang lebih mudah dan sederhana. Yang terkenal sampai saat ini
adalah deret fibonacci, deret tersebut muncul ketika ia mencoba memecahkan teka
teki tentang perkembangbiakan kelinci.
Penemuan
besar matematika berikutnya tidk terjadi sampai awal abad ke 16. Universitas
Bologna adalah wadah pemikiran eropa pada awalabad ke 16. Matematikawan yang
terkenal pada saat itu adalah Tartaglia. Dia menemukan formula untuk
menyelesaikan satu jenis persamaan kubik. Tetapi ia bukan satu-satunya orang
yang memecahkan permasalahan kubik pada saat itu. lalu diadakanlah
kompetisi antara Tartaglia dan Fior,
matematikawan asal italia. Matematikawan asal Milan yaitu Cardano putus asa
untuk menemukan solusinya. Ia membujuk Tartaglia untuk mengungkapkan rahasianya
dengan syarat cardano tidak boleh mempublikasikannya. Tapi Cardano membahasnya
dengan siswanya yaitu Ferrari. Lalu ferrari berhasil menggunakan formula itu
untuk menyelesaikan persamaan quatic/pangkat 4.
Penghargaan datang kepada Cardano dan ferrari, bukan Tartaglia yang
dikenal. Walaupun tartaglia tidak memenangkan kemuliaannya, tetapi ia orang
pertama yang membuat terobosan pada Eropa modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar