Setiap hal yang ada pasti mempunyai asal mula atau bisa dikatakan sejarah, termasuk pula matematika. Setiap waktu mempunyai arti, dan dari waktu ke waktu berkembang menjadi lebih maju. Cara yang digunakan dalam matematika mungkin tidak sama pada jaman dahulu dan sekarang. Pada abad ini, matematika dapat dikatakan telah modern.
Perlu diketahui, penemuan – penemuan dalam matematika mempunyai proses yang cukup panjang. Dimulai dengan matematika prasejarah yang mendasarkan matematika dengan pemikiran tentang besaran, bilangan dan bangun. Kemudian dengan matematika pada zaman mesopotamia yang pada zamannya menggunakan lempengan tanah liat sebagai media untuk matematika tertulis. Matematika tertulis itu menyangkut tentang pecahan, aljabar, perhitungan, persamaan kuadrat dan kubik. Dalam zaman ini sistem bilangan mulai terbentuk. Kemudian zaman babilonia yang mengenal basis 60 sebagai perhitungan waktu. Mesir kuno dengan lembaran – lembaran yang berisi penyelesain matematika secara manual. Lalu yunani kuno yang terkenal dengan pembuktian teorema phytagoras secara matematis. Semakin waktu penemuan semakin banyak dan tentu saja lebih mudah atau praktis dalam aplikasinya.
Sebagai contoh adalah perhitungan hari. Pada zaman matematika prasejarah, suku – suku kuno menggunakan goresan lidi yang digoreskan pada fosil tulang yang dikenal dengan tulang ishago. Goresan itu dibuat menjadi 3 goresan memanjang yang menandakan sebagai kalender lunar. Mereka menentukan satu hari melalui bayangan benda atau seseorang. Pada pagi hari tentu bayangannya akan berbeda pada waktu siang atau sore hari, karena letak matahari pada wilayah mereka pun berbeda. Mungkin ketika itu jika mereka mengadakan janji dengan sesamanya, bayangan adalah sebagai media untuk menentukan waktunya. Tentu saja penemuan mereka bermanfaat untuk zaman sekarang. Tetapi pada zaman yang modern ini sudah tidak ada pengaplikasian perhitungan waktu dengan menggoreskan lidi. Karena akan memakan tempat yang banyak apabila perhitungan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan munculnya kalender masehi, mempermudah perhitungan waktu pada zaman ini.
Contoh lainnya pada penemuan benda tertua matematika yaitu tulang lebombo yang ditemukan di pegunungan lebombo di Swaziland yang diperkirakan berasal dari tahun 35000 SM. Terdapat 29 goresan yang berbeda yang sengaja digoreskan pada tulang fibula babon. Terdapat bukti bahwa kaum perempuan pada saat itu biasa menghitung untuk mengingat siklus haid mereka. Terdapat 28 sampai 30 goresan pada tulang dan batu diikuti dengan tanda yang berbeda.
Dalam hal itu, sejarah tidak boleh dilupakan. Karena penemuan – penemuan saat ini yang mempermudah aplikasi matematika dalam kehidupan sehari – hari berasal dari penemuan yang terdahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar